Kali ini kita membahas mengenai hal-hal mistik. Dibandingkan dengan yang kita lihat di layar televisi dengan yang saya alami, saya lebih percaya dengan yang saya alami. Inilah yang sebenarnya kita alami dalam kehidupan kita.
Alam gaib itu ada atau tidak?
Pertanyaan itu sering saya pertanyakan, namun yang sering muncul jika kita berpikir dengan kata gaib adalah penampakan hantu, interaksi astral, pokoknya segala sesuatu yang supranatural. Sebenarnya kata supranatural itu baik, demikian juga kata gaib. Kata gaib itu digunakan untuk menggambarkan suatu dunia saja, bukan penampakan, atau hal-hal yang menyeramkan itu. Namun karena terexpose oleh media televisi, seperti mister tukul, atau dunia lain, jadi kita menganggap hal-hal gaib itu menyeramkan, sehingga muncullah yang lebih dominant rasa ketakutan.
Menurut saya, Roh itu ada. Kenapa bisa? Coba apakah anda bisa menjawab pertanyaan saya atau tidak, Kenapa orang bisa hidup? Ok, Jantung berdetak, lalu kenapa bisa jantung berdetak? Ajaib? Ok, jantung kita memperoleh energi dari makanan yang kita makan, lalu makanan kita yang memiliki asupan gizi itu dibakar melalui pembakaran dengan oksigen sehingga menghasilkan energi, lalu bagaimana dengan orang yang sehat, normal, lalu tiba-tiba meninggal? itulah yang dinamakan diluar jangkauan pikiran kita, makanya kita mengenal kata mukjizat. Untuk membahas lebih jauh lagi, saya sebagai manusia belum mampu sampai kesana. Saya percaya adanya nyawa dalam jiwa kita, atau lebih kita kenal Roh.
Pikiran manusia sangat luas, bahkan lebih luas dari jagad raya, Kenapa bisa? coba anda imajinasikan ini, bayangkan anda di angkasa luar, ada alam semesta, sekarang anda melihat berjuta-juta galaksi disana. Nah, Luaskan? Kok bisa pikiran anda sampai disana? kenapa anda bisa mempercayainya? karna anda pernah belajar, pernah melihat bentuk sebuah planet, coba andaikan saja anda tidak pernah melihat bentuk planet, kira-kira anda dapat membayangkan alam semesta? Sekarang bagaimana dengan alam gaib yang anda ketahui? Ya, itu adalah hasil proyeksi dari apa yang anda lihat dan dengar. Segala sesuatu yang kita terima akan disimpan dalam pikiran bawah sadar, sehingga apapun yang kita bayangkan ketika dikatakan gaib maka akan muncul hal-hal yang menakutkan. Psicolog sangat menentang adanya gaib, karna hal itu bisa saja terjadi karna proyeksi dari pikiran bawah sadar kita. Jika pertanyaan itu dihadapkan pada saya, maka menurut saya itu terjadi karna proyeksi dari bawah sadar kita sehingga yang terjadi pikiran sadar kita menjadi lemah. Mengapa ada orang kerasukan? karena pikiran bawah sadar mereka yang menguasai pikirannya. Jika saya jadi anda, maka saya tidak mengijinkan pikiran saya mengenai makhluk halus untuk mengusai pikiran saya. Menurut saya pribadi, itu terjadi karena pikiran bawah sadar kita menguasai pikiran sadar kita, sehingga sewaktu seseorang kerasukan dan dibacakan ayat-ayat suci atau berdoa maka orang kerasukan tersebut menjadi sadar setelah menyadari pikiran diluar kesadarannya dan memilih untuk sadar. Perlu anda ketahui, ketika otak kita berada di gelombang teta akan terjadi kram pada kaki dan tangan, dan kaki dan tangan kita bisa kita kontrol sesuai dengan perintah pikiran kita, contoh tangan menjadi ringan, atau tangan menjadi berat atau kaku.
Terlepas dari itu semua, pikiran anda adalah milik anda, anda yang memiliki otoritas untuk mempercayainya atau mengabaikannya. Namun bagi saya pribadi, pikiran itu kita yang kendalikan, jangan sampai kita dikendalikan pikiran kita. Jangan biarkan ketakutan yang kita ciptakan sendiri yang menguasai kita, mengapa kita lebih cenderung takut terhadap astral, daripada Tuhan sendiri. Lalu mengapa setan lebih sering dilihat daripada malaikat? Apakah pikiran kitalah yang terlalu negatif sehingga makhluk yang positif tidak kelihatan? Orang yang mampu melakukan telekinesis akan dengan mudah memanipulasi benda untuk bergerak, bahkan merasuki pikiran objek, yang itu adalah dilarang dalam psicology. Karena kita memberikan manipulasi terhadap orang lain, dan itu berefek dan tinggal dalam pikiran bawah sadarnya. Bagaimana jika begini saja, Baiklah kita memikirkan hal yang positif, melihat yang positif, memilih tayangan media televisi yang postif, agar kita menjadi lebih postif, membangun diri dan orang lain lebih baik lagi, melakukan kegiatan yang positif, agar pikiran kita lebih jernih, sehat dan penuh dengan semangat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar